Google+ Followers

Selasa, 30 Oktober 2012

29. Ketakutan kepada Tuhan membuat langsingnya, setiap yang memandang pasti sedang mengira sedang sakit, padahal tiada satu penyakit yang mereka derita, di tubuh mereka. Dikiraakalnya tersentuh rasukan setan padahal mereka tersentuh "urusan" lain yang amat besar. (Yakni ketakutanakan kemurkaan Allah serta kedahsyatan hari akhir).
30. Tiada yang pernah merasa senang dengan amal-amal mereka yang hanyasedikit, tapi tidak pernah pula mereka berpuas hati dengan yang banyak.
31. Selali mencurigai diri mereka sendiri.
32. Dan selalu mencemaskan amal pengabdian yang mereka kerjakan.
33. Bila seorang dari mereka beroleh pujian ia menjadi takut akan apa yang akan dikatakan orang tentang dirinya.
34. Lalu ia pun segera berkata : "Aku lebihmengerti mengenai diriku sendiri dan Tuhanku lebih mengerti akan hal itu dari diriku. Ya Allah, Ya Tuhanku, jangan Kau hukum aku disebabkan apa yang mereka katakan tentang diriku. Jadikanlah aku lebih baik dari yang mereka sangka, dan ampunilah aku dari segala yang tidak mereka ketahui!".
35. Tanda-tanda yang tampak dari diri mereka ialah keteguhan dalam beragama.
36. Ketegasan bercampur dengan kelunakan.
37. Keyakinan dalam keimanan.
38. Kecintaan yang sangat pada ilmu.
39. Kepandaian dalam kemurahan hati.
40. Kesederhanaan dalam kekayaan.
41. Kekhusyukan dalam beribadah.
42. Ketabahan dalam kekurangan.
43. Kesabaran dalam kesulitan.
44. Kesungguhan dalam mencari yang halal.
45. Kegesitan dalam kebenaran.
46. Dan menjaga diri dari segala sikap tamak.
47. Mereka mengerjakan amal-amal saleh, namun hatinya tetap cemas.
48. Sore hari dipenuhinya dengan syukur.
49. Pagi hari dilewatinya dengan zikir.
50. Semalaman dalam kekhawatiran dan keesokan harinya bergembira. Khawatir akan akibat kelalaian dan gembira disebabkan karunia serta rahmat yang diperolehnya.
51. Bila hati seorang dari mereka mengelak dari ketaatan (kepada Allah) yang dirasa berat, iapun menolak memberinya sesuatu yang menjadi keinginannya.
52. Kepuasan jiwanya terpusat pada sesuatu "yang tidak akan punah", dan penolakannya tertuju kepada sesuatu"yang segera hilang". ( Yang tak akan punah ialah akhirat. Yang segera hilang ialah dunia).
53. Dicampurnya kemurahan hati dengan ilmu.
54. Disatukannya ucapan dengan perbuatan.
55. "Dekat" cita-citanya.
56. Sedikit kesalahannya.
57. Khuyuk hatinya.
58. Mudah terpuaskan jiwanya.
59. Sederhana makanannya.
60. Bersahaja urusannya.
61. Kukuh agamanya.
62. Terkendali nafsunya.
63. Tertahan emosinya.
64. Kebaikannya selalu dapat diharapkan.
65. Gangguannya tak pernah dikhawatirkan.
66. Bila sedang bersama orang-orang lalai, ia tak pernah lupa mengingat Tuhannya.
67. Dan bila bersama orang-orang yang mengingat Tuhan, ia tak pernah lalai (Ia selalu berzikir dalam hatinya meskipun ia berada di antara orang-orang lalai, ataupun mereka yang mengucapkan zikir meskipun hati mereka lalai).
68. Memaafkan siapa yang menzaliminya.
69. Memberi kepada siapa yang menolak memberinya.
70. Menghubungi siapa yang memutuskan hubungan dengannya.
71. Jauh dari perkataan keji.
72. Lemah lembut ucapannya.
73. Tak pernah terlihat kemungkarannya.
74. Selalu hadir kebaikannya.
75. Dekat sekali kebaikannya.
76. Jauh sekali keburukannya.
77. Tenang selalu walaupun dalam bencanan yang mengguncang.
78. Sabar dalam menghadapi segala kesulitan.
79. Bersyukur dalam kemakmuran.
80. Pantang berbuat aniaya meski terhadap siapa yang ia benci.
81. Tak sedia berbuat dosa walau demi menyenangkan orang yang ia cintai (kecintaan kepada seseorang tak akanmendorongnya untuk berbuat maksiat)
82. Segera mengakui yang benar sebelum dihadapkan kepada kesaksian orang lain.
83. Sekali-kali ia tak akan melalaikan segala yang diamanatkan kepadanya.
84. Atau memanggil seseorang dengan julukan yang tidak disenangi.
85. Atau mendatangkan gangguan bagi tetangga.
86. Ataupun bergembira dengan bencana yang menimpa lawan.
87. Ia tak akan masuk dalam kebatilan.
88. Ataupun keluar dari kebenaran.
89. Bila berdiam diri, tak merasa risau karenanya.
90. Bila tertawa tak terdengar meninggi.
91. Dan bila terlanggar haknya, ia tetap bersabar sehingga Allah-lah yang membalaskan baginya.
92. Dirinya kepayahan menghadapi ulahnya sendiri.
93. Sedangkan manusia lain tak pernah terganggu sedikitpun olehnya.
94. Ia melelahkan dirinya sendiri demi akhiratnya.
95. Dan menyelamatkan manusia di sekitarnya dari gangguan dirinya.
96. Kejauhan dari siapa yang dijauhinya disebabkan oleh zuhud dan kebersihan jiwa.
97. Kedekatannya kepada siapa yang didekatinya disebabkan oleh kelembutan hati dan kasih sayangnya.
98. Bukan karena keangkuhan dan pengagungan diri ia menjauh.
99. Dan bukan karena kelicikan dan tipu daya ia mendekat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar