Google+ Followers

Selasa, 30 Oktober 2012

As-Silsilah Ash- Shahihah no.1636. Rumah adalah tempat menjaga diri dan keselamatandari berbagai kejahatan dan menolak dari bahaya manusia lain; rumah adalah tempat perlindungan ketika terjadi fitnah.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Beruntunglah orang yang menguasai lisannya dan lapang rumahnya serta menangis atas kesalahannya. Hadits Hasan, diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mujamul Ausath dari Tsauban dan terdapat dalam Shahihul Jami, no.3824. Dan beliau bersabda : Lima hal yang barangsiapamengerjakan salah satu daripadanya maka ia akan mendapat jaminan dari Allah. Yaitu : orang yang menjenguk orang sakit, orang yang pergi berperang, atau orang yang masuk kepada pemimpinnya dengan maksud menegurnya atau mengingatkannya, atau ia duduk di rumahnya sehingga orangorang selamat dari (ganggguan)nya dan ia selamat dari (gangguan) mereka.
Hadits riwayat Ahmad (5/241) Keselamatan seseorang dalam fitnah yaitu ia senantiasa mendiami rumahnya. Hadits Hasan, diriwayatkan oleh Ad-Dailami dalam Musnadul Firdaus dari Abu Musa; terdapat dalam Shahihul jami no.3543, dan lafazh dalam Sunan oleh Ibnu Abi ˜Ashim, no.1021. Dalam takhrij ia mengatakan : Hadits ini shahih . Orang muslim akan merasakan faedah ini ketika ia dalam keadaan terasing, saat ia tidak bisa mengubah kemungkaran-kemungkaran yang ada, maka dia memiliki tempat berlindung ketika kembali ke rumahnya. Rumah itu akan menjaga dirinya dari perbuatan dan pandangan yang dilarang, menjaga isterinya dari tabarruj (pamer kecantikan dan hiasan) serta menjaga anak-anaknya dari teman-teman yang jahat.
Sesungguhnya sebagian besar manusia menggunakan waktunya di dalam rumah, terutama pada musim panas dan dingin yang menyengat, pada musim hujan, permulaan dan akhir siang, ketika selesai dari kerja atau sekolah, karena waktu-waktutersebut semestinya digunakan dalam ketaatan, jika tidak tentu akan habis untuk melakukan hal-hal yang dilarang.
Ini yang terpenting, bahwa perhatian terhadap rumah merupakan sarana yang paling besar untuk membangun masyarakat muslim. Karena sebuah masyarakat ini terdiridari rumah-rumah. Rumah-rumah adalah unsur dasar suatu masyarakat. Rumah-rumah itu membentuk suatu perkampungandan perkampungan- perkampungan itu adalah masyarakat. Jika unsur dasarnya baik,niscaya akan kuatlah masyarakat kita dengan hukum-hukum Allah, tegar dalam menghadapi musuh-musuh Allah, memancarkan kebaikan dan tidak menimbulkan kejahatan.
Dari sebuah rumah yang Islami akan lahir penopang-penopang perbaikan bagi masyarakat, berupa dai-daI teladan, penuntut ilmu, mujahid yang sesungguhnya,isteri shalihah, ibu pendidik dari unsur pembangun kebaikan lainnya. Jika sedemikian penting problem tersebut, sementara rumah-rumah kita penuh dengankemungkaran dan kelalaian, meremehkan dan melampaui batas, maka dari sini timbul tanda tanya besar:
Apakah Sarana-Sarana Untuk Memperbaiki Rumah? Kepada para pembaca, penulis suguhkan jawabannya, nasehat-nasehat dalam persoalan ini, mudah-mudahan Allah memberi manfaat kepada kita dengannya, dan mudah-mudahan Allah mengarahkan semangat putra-putri Islam untuk membawarisalah (tugas) perbaikan rumah Islami dari awal. Nasehat ini dimaksudkan untuk dua hal, mendapatkan maslahat (kebaikan) yakni dengan amar maruf atau mencegah kerusakan yakni menghilangkan kemungkaran. Semoga bermanfaat.
Membangun Rumah TanggaBahagia
Nasehat (1):
Memilih Istri yang Tepat
Allah berfirman: Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (kawin) dan hambahamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukanmereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui. (An-Nur: 32). Hendaknya seseorang memilih isteri shalihah dengan syarat-syarat sebagai berikut: Wanita itu dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jikatidak) niscaya kedua tanganmu akan berdebu (miskin, merana).
Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 9/132. Dunia semuanya adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah. Hadits riwayat Muslim (1468), cet. Abdul Baqi; dan riwayat An-Nasa dari Ibnu Amr, Shahihul Jami, hadits no.3407Hendaklah salah seorang dari kamu memilikihati yang bersyukur, lisan yang selalu dzikir dan isteri beriman yang menolongnya dalampersoalan akhirat. Hadits riwayat Ahmad (5/282)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar