Google+ Followers

Rabu, 31 Oktober 2012

pantun dan syair nasehat

Pantun dan Syair Nasehat Perkawinan oleh M.Rakib LPMP Riau 2011
July 18, 2011 1:40 pm
Jangan memuji, laki-laki lain,
Walaupun maksudnya, bermain-main.
Apakah yang lajang, maupun sudah kawin,
Di hadapan suami, sang pemimpin.
Suami tidak memuji, wanita cantik,
Di hadapan istri, yang melirik.
Akan berakibat, tidak baik,
Keharmonisan, akan terusik.
Jangan membanding-bandingkan suami,
Dalam pendapatan, ekonomi.
Lain orang, lain rezeki,
Sudah takdir, dari Ilahi.
Membanding-bandingkan itu, suatu aib,
Suami istri, hendaklah tertib.
Harga diri suami, jangan diungkit,
Karena dapat, mengundang penyakit.
Jangan diungkit, kesalahan yang lalu,
Karena menimbulkan, rasa malu.
Seperti diiris, dengan sembilu,
Buanglah saja, dianggap tidak perlu.
Orang tua sekedar, memberi nasehat,
Yang ringan jangan, diperberat,
Ikut campur, mendatangkan mudharat,
Solusinya ialah agama, diperkuat.
Jangan menyebut, nama mertua,
Kecuali jelas, keperluannya.
Bukan bermaksud, melanggar etika,
Karena mertua, orang bertuah.
Mertua yang baik,seperti keramat,
Kepadanya, wajiblah hormat.
Sopan santun, membawa rahmat,
Rezekipun datang, berlipat-lipat.
Apabila murah rezeki,
Bayarlah zakat, berkali-kali.
Berbulan madu, boleh ke Bali,
Ebaiknya umroh, memantapkan hati.
Bersntuhan dengan mertua, tidak batal wudhuk,
Begitu dekatnya, silarrahim terbentuk.
Seperti orang tua kandung, yang tawadhuk,
Membentengi anaknya, dari hal yang buruk.
Jangan diterima, masuk ke rumah,
Orang yang suami, tidak suka.
Baik laki-laki, maupun wanita,
Terutama kaetika, suami tiada.
Orang yang tidak, disukai suami,
Jangan sampai, diberi hati,
Begitu tuntunan, dari Ilahi,
Agar terpelihara, silaturrahmi.
Jangan menggunakan, ilmu pekasih,
Melalui paranormal, yang tidak salih,
Dengan jampi-jampi, sekapur sirih,
Cukuplah berdoa, cara terpilih.
Ilmu pekasih, yang paling tinggi,
Mengamalkan, tuntunan Ilahi,
Salat tahajud, di malam hari,
Selalu membaca, kitab suci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar