Google+ Followers

Jumat, 16 November 2012

lanjutan ajar sunan kljg pd petani

Kelima,kajen atau mata singkal.Kata ini berasal dari keijen,artinya menuju kepada yang satu.Yaitu,satunya pikiran,bulatnya tekad menuju satu tujuan atau cita-cita.Dalam bernegara,umpamanya bertujuan “baldhatun thoyyibatun warabbun ghafur” . (Negara yang makmur sejahtera dibawah naungan dan ampunan Allah),atau bahasa dalang,tata tentrem karta raharja,gemah ripah loh jinawi.
Keenam,olang-aling atau penghalang.Dalam menempuh suatu tujuan atau cita-cita,pasti ada ujian atau halangan yang merintangi.Tuhan berfirman,orang yang beriman itu bukanorang yang tidak pernah diuji,orang yang beriman dan dicintai Allah justru orang-orang yang banyak ujiannya.Ujian,kendala,atau rintangan selalu ada dihadapan perjalanan hidup manusia.Karena itulah manusia diwajibkan berikhtiar,berusaha dan harus sing sugih akal.Manusia tidak boleh menyerah kepada nasib,thenguk-thenguk nemu kethuk.Berharap sesuatu tanpa kerja.Kita bisa mengatakan sugih tanpa bhanda,kaya tanpa harta.Tetapi kita tidak bisa mengatakan”kaya tanpa kerja”sebab ujian kaya adalah bekerja.Intinya,bagaimana wong tani tersebut menghadapi setiap peluang itu menjadi keuntungan,dan akhirnya keuntungan itu menjadi keagungan di dunia akhirat.
Bagian yang terakhir,racuk atau ujung luku.Diambil dari kata arah pucuk,yaitu arah depan dan atas.Artinya,setiap menghadapi penghalang tadi,kita harus sabar,tawakal,dan ikhlas,kendati tidak pernah melepaskan apa yang sedang menjadi cita-cita kita.
Dalam tulisan di atas,Sunan Kalijaga dianggap sebagai penemu luku,yang memaknai symbol-simbol alat bajak itu sebagai ajaran hidup bagi wong tani.Begitu juga Kanjeng Sunan dipercayai sebagai penemu pacul dan luku.
Penemuan alat pacul yang dinisbahkan kepada Sunan Kalijaga masih diperdebatkan,tetapi pengakuan ini didasarkan seperti pada kasus wayang kulit.Cerita wayang serta peraganya sudah lama ditemukan orang Jawa,tetapiSunan Kalijaga mampu membesut cerita wayang ini menjadi bernapas islam sertadengan penampilan yang baru dan falsafah baru,sehingga beliaulah yang dianggap penemu wayang kulit.
Begitulah,bisa jadi pacul sudah lama ditemukan sebelum Sunan Kalijaga,tetapimakna simbolis pacul,sehingga memuat ajaran agung,adalah hasil kreatifitas Sunan Kalijaga.Sudah menjadi strategi dakwah Sunan Kalijaga bahwa beliau menggunakan cara tapa ngeli.Ngeli tapi ora keli.Maksudnya tetap mengikuti ombak kehidupan masyarakat,tetapi beliau memberikan makna baru kepada arus zaman itu.
Begitulah,islam diajarkan lewat perlambang alat-alat pertanian.Dengan begitu,mereka akan lebih dekat pengertiannya terhadap agama islam.Kanjeng Sunan sadar,agama islam dating dari negeri Arab,kitabnya juga memakai bahasa Arab,shalatnya juga memakai bahasa Arab.Itu mungkin sangat menyulitkan pengikut baru yang sebelumnya sudah biasa dengan ajaran lama menggunakan bahasa Jawa.Dalam kaidah islam,prinsip itu “Tetap mengikutitradisi lama yang baik,tetapi akan memakai tradisi baru kalau tradisi itu terbukti lebih baik lagi,”
Karena itulah,ketika menjadi mubalig keliling,sehingga mendapat gelar Sunan Malaya,Kanjeng Sunan harus menggunakan berbagai cara,sehingga rakyat paham apa itu islam,dengan tidak mencabut budaya lama yang telah mereka terapkan.Ini terbukti,tidak hanyaluku dan pacul yang diberikan makna filosofil kehidupan,tetapi benda-benda lain juga diberikan makna yang selaras dengan pengertian masyarakat.
Kentongan umpamanya.Oleh Kanjeng Sunan Kalijaga,suara kentongan itu diberi makna tertentu.Suara”tong tong tong”artinya,”Hai masjidnya masih kosong !! .Karena itu,kalau mendengar kentongan ,lekas dating ke masjid atau mushala.Lebih lanjut lagi kentongan sekarang bertambah fungsi menjadi alat ronda di pedesaan
terimakasih kepada bojacomunity , saya posting kembali ini karena menurut sayaini perlu disampaikan kepada temen-temen yang lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar