Google+ Followers

Senin, 19 November 2012

lanjutan filsafat jawa

Ajining diri saka pucuke Lathi, Ajining raga saka busana. Artinya harga diri seseorang tergantung dari ucapannya dan sebaiknya seseorang dapat menempatkan diri sesuai dengan busananya (situasinya) .
Sehingga tak heran jika seorang yang karenaucapan dan pandai menempatkan dirinya akan dihargai oleh orang lain. Tidak mengintervensi dan memasuki dunia yang bukan dunianya ini ,sebenarnya mengajarkansuatu sikap yang dinamakan profesionalisme,yang mungkin agak jarang dapat kita jumpai (lagi). Sebagai contoh tidak ada bedanya seorang mahasiswa yang pergi ke kampus dengan yang pergi ke Mal , dan itu baru dilihat dari segi busana/bajunya , yang tentu saja baju akan sangat mempengaruhi tingkah laku dan psikologi seseorang.
Masih banyak filsafat jawa yang mungkin, tidak dapat diuraikan satu persatu, namun kami hanya ingin memberikan suatu wacana umum kepada pembaca, bahwa, banyak sekali ilmu yang dapat kita gali daribudaya (Jawa) kita saja, sebelum kita menggali budaya luar terlebih hanya meniru (budaya luar) ?nya saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar