Google+ Followers

Senin, 19 November 2012

lanjutan punokawan

Bagong, berasal dari kata Baghaa yang berarti berontak.Yaitu berontak terhadap kebathilan dan keangkaramurkaan. Dalam versi lain kata Bagong berasal dari Baqa' yang berarti kekal atau langgeng,artinya semua manusia hanya akan hidup kekal setelah di akhirat nantinya.Dunia hanya diibaratkan Mampir Ngombe (Sekedar Mampir untuk Minum).
Para tokoh punakawan juga berfungsi sebagai pamomong (Pengasuh) untuk tokoh wayang lainnya . Pada prinsipnya setiap manusia butuh yang namanya pamomong, mengingat lemahnya manusia,hidup tanpa orang lain.Pamomong dapat diartikan pula sebagai pelindung. Dan tiap manusia hendaknya selalu meminta lindungan kepadaAllah SWT, sebagai sikap introspeksi terhadapsegala kelemahan dalam dirinya. Inilah falsafah dari sikap pamomong yang digambarkan oleh para tokoh punakawan.
Alangkah disayangkan jika beberapa tokoh punakawan seperti semar dipuja-puji layaknya dewa oleh sebahagian dari penganut aliran kepercayaan. Padahal jelas sekali,semua tokoh yang ada hanyalah merupakan ciptaan para wali untuk mensimbolisasikan suatu keadaan dalam misidakwah mereka menyebarkan Islam. Sebagai contoh Semar diceritakan sebagai seorang dewa (bathara Ismoyo kakak bathara Guru) yang turun ke bumi dengan menjelma menjadi manusia biasa untuk menjalankan sebuah misi suci.Hal ini sebenarnya cukup tepat untuk menggambarkan cara Allah SWT menurunkan Islam pada umat manusia dengan tidak menghadirkan sosok Allah langsung sebagai tuhan di muka bumi. Niscaya semua manusia akan menjadi Islam,jika allah langsung menyebarkan islam di Bumi.Lalu dimanakah letak kemerdekaan manusia,jika demikian? Manusia dibiarkan memilih semua ajaran yang ada. Mengingat, manusia diberikan kebebasan untuk menentukan nasibnya kelak di akhirat,sesuai dengan pilihannya di dunia.Maka sosok Semar sebagai dewapun harus dijelmakan sebagai sosok manusia dahulu,untuk tetap menjaga kodrat manusia sebagai makhluk yang bebas memilih. Lihatlah pula kata SemarBadranaya.Badra berarti kebahagiaan dan naya berarti kebijaksanaan.Untuk menuju kebahagiaan, yaitu dengan cara memimpin rakyat secara bijaksana dan menggiringnya untuk beribadah kepada Allah SWT.Negara akan stabil jika semar bersemayam di pertapaan Kandang Penyu.Maknanya adalah untuk mengadakan penyuwunan (penyu-) atau permohonan kehadiran Allah SWT.Jelas sekali misi dakwah yang terkandung disini,yang diceritakan dan diartikan sendiri maknanya oleh sang pembuat yaitu para wali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar